Hidup Sehat dengan Detoksifikasi lewat Puasa, Buah dan Suplemen

Bismillah…

Berikut ada tulisan menarik sebagai tips untuk hidup sehat, salah satunya dengan mengusir racun dari tubuh, selamat membaca :

================================================================================
Puasa : Detoksifikasi Luar-Dalam

Tubuh kita adalah kuburan racun. Di zaman modern ini kira-kira ada 80 ribu jenis racun yang masuk ke tubuh lewat makanan, minuman dan udara yang kita hirup setiap detiknya! Detoksifikasi adalah jawaban untuk mengusir racun dari dalam tubuh.

Racun adalah segala sesuatu yang memiliki dampak buruk pada fungsi sel tubuh. Racun ini ada yang diproduksi sendiri dan merupakan hasil olahan dari fungsi tubuh. Ada pula yang terbuat dari zat kimia sintetis, zat asing bagi tubuh kita.

Racun buatan ini di zaman modern melenggang masuk tubuh dengan bebas lewat makanan, minuman, dan udara. Diperkirakan setiap tahun ada 2.000 jenis zat kimia baru buatan manusia yang masuk ke tubuh. Lebih mengerikan lagi, diperkirakan 80 ribu zat kimia sudah telanjur masuk ke dalam tubuh.

Dibandingkan dengan generasi kakek dan nenek dulu, tubuh kita penuh muatan racun. Di zaman kakek dan nenek belum ada makanan hasil olahan yang mengandung pengawet di meja makan, kecuali kerupuk. Dulu semua makanan serba alami. Nenek kita pun dulu mencuci dan membersihkan rumah memakai pembersih dari bahan alami.

Ketika mereka membutuhkan udara segar, tinggal membuka jendela, bukan menyalakan AC atau memasang penyegar ruangan buatan. Mereka tidak direpotkan telepon genggam dan komputer, yang diam-diam juga beracun.

Kebanyakan racun yang menumpuk dalam tubuh kita berasal dari gaya hidup, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan olahan. Makanan jenis ini mengandung zat-zat artifisial, pengawet, penstabil, pewarna, perasa, lemak trans yang sangat berbahaya.

Selain itu, makanan olahan kaya akan garam dan gula. Lebih parah lagi, makanan tak sehat biasanya mengandung pestisida, hormon, dan racun metal berat berbahaya.

Serangan racun juga masuk ke tubuh setiap hari lewat obat-obatan, nikotin dari rokok dan kafein kopi. Tak banyak orang sadar bahwa obat bebas ataupun obat resep dokter sebenarnya juga merupakan sumber racun berbahaya.

Dibersihkan hati

Sebenarnya tubuh sudah memiliki sistem sendiri untuk membersihkan diri dari racun. Jika sistem dalam tubuh bekerja secara optimal, tentu saja racun yang “indekos” itu jumlahnya akan minimal. Tubuh yang sehat dan bekerja secara optimal ditandai dengan setidaknya dalam sehari buang air besar sekali atau dua kali.

Perjalanan makanan dalam tubuh manusia sehat antara 24 hingga 48 jam. Kenyataannya, transit makanan dalam tubuh manusia sibuk dan tak sempat berpola hidup sehat bisa mencapai 65 hingga 100 jam!

Buktikan sendiri dengan mengonsumsi akar bit. Warna bit itu akan mengotori warna feses, sehingga Anda bisa tahu, kapan saat makan dan kapan makanan itu keluar dalam bentuk feses.

Organ tubuh yang paling bertanggung jawab dalam membersihkan tubuh dari racun adalah hati. Dalam rongga tubuh, hati adalah organ terbesar. Warnanya cokelat kemerahan gelap karena setiap waktu organ hati menampung kira-kira setengah liter darah.

Ada dua pembuluh yang menyuplai darah ke dalam hati. Sebagian besar suplai darah itu berasal dari pembuluh portal yang membawa zat makanan dan racun dari sistem pencernaan. Sisanya dari pembuluh arteri hepatik yang membawa darah kaya oksigen dari jantung.

Hati tersusun dari kira-kira 300 miliar sel yang siap mengontrol proses metabolisme tubuh. Apa pun yang kita makan, minum, hirup lewat udara, serap lewat kulit, semuanya akan terkumpul di hati. Sel-sel hati ini akan memproses nutrisi dari zat makanan menjadi zat yang dibutuhkan tubuh.

Racun-racun juga dimetabolisasi oleh hati, sehingga dapat dibuang dengan aman. Beberapa racun yang sudah dicerna itu disalurkan ke pembuluh darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal untuk kemudian dibuang lewat air seni.

Zat racun yang lain dibawa oleh cairan empedu, cairan berwarna kuning atau kehijauan yang diproduksi oleh hati. Cairan ini dibawa melalui saluran empedu menuju kandung empedu dan usus untuk kemudian dibuang lewat buang air besar.

Tugas hati tak hanya itu. Hati adalah pabrik zat kimia yang penting dalam tubuh kita. Hati bertugas menyimpan kelebihan gula alias glukosa. Glukosa dikeluarkan tubuh ketika kita butuh energi. Hati juga memproduksi albumin, cairan empedu, kolesterol, faktor pembeku darah, globin, dan faktor-faktor kekebalan tubuh.

Albumin adalah protein yang mengatur pertukaran air antara darah dan jaringan. Empedu adalah cairan yang membawa keluar zat tak berguna dan mencerna lemak di usus kecil.

Kolesterol adalah zat yang dibutuhkan sel dalam tubuh. Faktor pembeku darah dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan. Globin adalah bagian hemoglobin pembawa oksigen dalam darah. Faktor kekebalan tubuh melindungi tubuh dari infeksi.

Cuti badan

Boleh dibilang, beban kerja yang diemban hati sungguh berat. Meski begitu, hati tak pernah mengeluh bekerja keras saat kita terlalu banyak mengonsumsi lemak atau rajin memasukkan racun ke dalam tubuh. Kerap terjadi hati tiba-tiba ditemukan sudah bengkak dan rusak tanpa pemberitahuan lewat gejala-gejala tertentu.

Tak perlu menunggu hati rusak untuk mengetahui tubuh penuh racun. Tanda-tanda tubuh tersesaki oleh racun ini sebenarnya mudah dikenali. Berat badan yang bertambah bisa merupakan tanda tubuh kelebihan racun.

Demikian juga kehadiran selulit di paha dan daerah lain. Selulit ini sebenarnya merupakan lemak beracun yang terperangkap di kulit daerah pinggul, paha, dan pantat.

Selain itu, alergi, sakit kepala, tekanan darah tinggi, gangguan menstruasi, hipoglikemi atau gula darah rendah, sindrom kelelahan kronis, kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, ketidakseimbangan hormon, ketidaksuburan sebenarnya merupakan tanda-tanda bahwa tubuh membutuhkan detoksifikasi.

“Detoksifikasi adalah sebuah usaha untuk membersihkan tubuh dengan menghilangkan racun yang mengendap dalam tubuh,” ujar Dr. Inayah Budiasti, Sp.GK, MS, dokter spesialis gizi yang berpraktik di Hang Lekiu Medical Center Jakarta.

Cara bersih-bersih racun adalah dengan mengurangi beban kerja tubuh. “Yaitu dengan memilih jenis makanan yang diasup supaya tidak membebani kerja tubuh. Nah, bulan Ramadan merupakan masa untuk tidak memberi beban berat bagi tubuh,” kata dokter yang akrab disapa Dr. Asti ini.

Sehari-hari tubuh punya pekerjaan rutin berat, “Setiap hari tubuh harus menyiapkan sistem tubuh berupa produksi imunitas, hormon, antioksidan, dan lain-lain. Tubuh juga harus memperbaiki sel tubuh dan mengganti jaringan. Selain itu, tubuh juga harus memproduksi dan mensuplai makanan ke seluruh tubuh,” paparnya.

Puasa, menurut Dr. Asti, merupakan cara ideal untuk membersihkan tubuh setelah setahun bekerja keras. “Seperti halnya kita yang bekerja terns, tubuh juga butuh liburan,” ujarnya. Pada saat “liburan” itu tubuh memperbaiki seluruh sel-sel di dalamnya.

Proses reparasi sel itu bertahap dan membutuhkan waktu. “Sistem tubuh kita ini sangat kompleks. Tubuh tidak bisa menerima kejutan berupa sistem pembersihan yang mendadak dan singkat,” ungkapnya.

Bulan Ramadan, menurutnya, ideal karena waktunya panjang, sehingga tubuh punya kesempatan beradaptasi. Sebagai detoksifikasi yang meringankan kerja sistem tubuh, ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan bijaksana.

“Jangan sampai makan berlebihan karena takut lemas dan lapar saat berpuasa,” ujar Dr. Asti.

Jadi alih-alih mengistirahatkan tubuh, berat badan malah naik. Karena takut lapar atau bisa juga balas dendam seusai menahan lapar selama 14 jam, makan jadi berlebihan dan tak mempertimbangkan gizinya. Bukan hanya berat badan, kadar kolesterol juga ikut meroket gara-gara pola makan yang keliru saat berpuasa.

Perbanyak serat

Banyak orang mengira kehilangan jam makan dan takut lemas, sehingga makan berlebihan. Menurut Dr. Asti, sebenarnya kita tidak kehilangan waktu makan. Sehari kita makan besar tiga kali dan dua kali camilan. Pada saat puasa, dengan pengaturan waktu makan, kita tidak kehilangan waktu makan.

Saat sahur pukul tiga, kita makan setara makan pagi. Sebelum imsak, jangan lupa makan buah atau minum susu. Ini setara dengan mengonsumsi snack pagi.

“Setelah itu kita berpuasa dan baru mulai makan setelah buka. Ada yang langsung mengonsumsi makan berat saat buka, ada juga yang memilih camilan. Yang mengonsumsi makan berat, setelah magrib dan salat tarawih boleh makan snack. Jadi sebetulnya, dengan pengaturan makan seperti ini kita tidak kehilangan waktu makan,” papar Dr. Asti.

Sering merasa lemas saat puasa itu terjadi karena salah strategi. Rasa lemas terjadi karena saat sahur mengonsumsi makanan yang memancing produksi insulin dalam tubuh. Insulin ini kemudian menyebarkan membawa makanan untuk disalurkan ke seluruh sel yang membutuhkan.

“Usus pun cepat kosong. Kondisi ini akan memicu lambung memproduksi asam lambung. Lalu ini memicu otak memproduksi sinyal lapar,” tuturnya.

Karena berpuasa, perut tak boleh diisi. Keadaan ini akan ditanggapi tubuh dengan mengirim sinyal kondisi kelaparan. Dalam kondisi ini, tubuh yang lemas dan kelaparan disikapi tubuh dengan melambatkan metabolisme tubuh.

Agar terhindar dari situasi itu, Dr. Asti menyarankan untuk tidak menyantap makanan pemicu insulin di saat sahur. “Makanan yang memicu insulin itu contohnya adalah nasi padang,” ujarnya.

Supaya tubuh tetap segar dan mampu menjalankan fungsi detoksifikasi, ia menyarankan konsumsi banyak serat dan air saat sahur. Serat dan air lebih lama mendiami usus, sehingga tldak segera membuat tubuh mengirim sinyal lapar ke otak. Selain itu, serat baik untuk melancarkan buang air besar. Serat berasal dari buah dan sayur. “Jangan lupa buah saat sahur. Lalu pilih menu berkuah saat sahur, misalnya sup sayuran,” tuturnya.

Aturan lebih ringan saat berbuka puasa. “Yang harus diingat, jangan makan berlebihan saat buka. Ingat, kolak dan cendol nilai kalorinya bisa 200 hingga 300. Jangan makan terlalu banyak. Bila tahu akan dijamu untuk makan malam, pembuka puasa diperingan. Kalau makan kolak, sebaiknya pilih yang santannya encer,” katanya.

Sembilan Manfaat Detoksifikasi

1. Berat badan turun, selulit berkurang
Berat turun adalah efek samping yang langsung terasa. Berat akan stabil jika detoksifikasi dan hidup sehat terus berlanjut. Selulit (lemak yang terperangkap dalam kulit) biasanya berkumpul di sekitar pinggul, paha dan pantat berkurang jika racun berkurang.

2. Kadar kolesterol dan tekanan darah berkurang
Detoksifikasi berarti mengurangi lemak jenuh dan garam, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayuran serta asam lemak esensial. Hasilnya, kadar kolesterol dan tekanan darah menurun.

3. Kulit lebih cantik
Kulit bermasalah merupakan cermin masalah di dalam tubuh. Jerawat, eksim, psoriasis, dan lain-lain bisa diringankan dengan detoksifikasi.

4. Meningkatkan vitalitas
Kadang kita merasakan lelah saat ada masalah dalam hidup. Vitalitas adalah hadiah yang didapat usai menjalani detoksifikasi.

5. Pencernaan sehat
Pencernaan penuh racun tidak efisien menyerap nutrisi karena banyak sumbatan. Racun di saluran cerna itu bisa bocor dan masuk ke aliran darah, sehingga menimbulkan gejala alergi, lemah, dan sakit kepala. Buang air besar lancar dan rutin pertanda pencernaan bersih.

6. Kesuburan meningkat
Detoksifikasi merupakan cara mudah dan murah untuk meningkatkan kesuburan. Lakukan detoksifikasi tiga bulan sebelum berencana hamil.

7. Sembuh dari masalah kronis
Migrain, sembelit, stres merupakan masalah kronis, mungkin tanpa diketahui akar penyebabnya. Detoksifikasi bisa mencabut akar masalahnya.

8. Sistem kekebalan tubuh meningkat
Kekebalan tubuh meningkat dengan nutrisi yang tepat. Detoksifikasi memberikan tubuh penuh vitamin dan antioksidan yang menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan.

9. Membersihkan pikiran
Membawa pikiran beracun mengenai diri sendiri, misalnya tentang kegagalan, akan membatasi sukses dan kebahagiaan. Detoksifikasi membantu membersihkan pikiran, sehingga Anda bisa:

• Membebaskan diri dari emosi negatif seperti kemarahan, kesedihan, ketakutan, rasa bersalah, rasa sedih.
• Menghentikan kebiasaan buruk dan mengubah kesimpulan yang menggerogoti kenikmatan dan kesuksesan hidup.
• Mengurangi stres dan menambah rasa tenang, percaya diri, dan kepuasan dalam segala situasi.
• Menyelesaikan konflik dengan keluarga, teman, dan rekan kerja.
• Meningkatkan kejernihan mental dan kreativitas.

Mendeteksi Racun Dalam Tubuh

Hidup di tengah dunia modern, rasanya sulit mengklaim diri bebas dari racun. Mari ikuti tes di bawah ini untuk mengetahui seberapa besar risiko yang kita alami untuk kemasukan racun. Jika menjawab “ya” untuk salah satu hal di bawah ini, tak ada salahnya untuk mengikuti detoksifikasi.

Pola makan
Apakah Anda makan atau minum secara teratur:
1. Makanan olahan seperti makanan jadi, roti, makanan kalengan, biskuit, keripik, cake, cokelat, atau permen.
2. Daging/ikan nonorganik.
3. Makanan asin, termasuk di antaranya kecap asin.
4. Gula/pemanis yang ditambahkan ke makanan atau minuman.
5. Produk susu nonorganik.
6. Minuman berkafein.
7. Minuman berkarbonasi.
8. Alkohol.
9. Jus atau minuman yang mengandung zat tambahan seperti pengawet, pemanis, dan lain-lain.

Di rumah dan tempat kerja:
1. Apakah Anda membersihkan rumah menggunakan disinfektan?
2. Apakah Anda menggunakan microwave?
3. Apakah Anda memasak barbecue lebih dari sekali sebulan?
4. Apakah Anda sering memasak bertemperatur tinggi seperti memanggang?
5. Apakah Anda menggunakan pestisida di kebun?
6. Apakah Anda tinggal di dekat kebun yang menggunakan pestisida?
7. Apakah Anda tinggal di dekat kabel tegangan tinggi atau dekat menara pemancar telepon genggam?
8. Apakah Anda tinggal di dekat lapangan terbang?
9. Apakah Anda tinggal di kota besar?
10. Apakah Anda bekerja di ruangan ber-AC?
11. Apakah Anda bekerja di pabrik bahan kimia?
12. Apakah Anda bekerja menggunakan peralatan elektronik seperti mesin fotokopi dalam jangka waktu panjang?

Langkah Detoksifikasi Sederhana

• Hindari makanan atau minuman mengandung zat pemanis, pewarna, pengawet.
• Pilih makanan segar, jangan makanan olahan.
• Pilih makanan organik
• Batasi daging
• Gunakan pembersih rumah dari bahan alami
• Simpan makanan di piring keramik
• Banyak minum air putih
• Hindari gorengan
• Kurangi kafein
• Kurangi penggunaan televisi, telepon genggam.

Tanda Perlu Detoksifikasi

Apakah Anda mengalami hal-hal berikut ini?

Berkaitan dengan fungsi hati:
• Selulit
• Mual setelah mengonsumsi makanan berlemak
• Bertambah gemuk di perut atau kelebihan berat badan
• Depresi, perubahan suasana hati
• Alergi, asma
• Sakit kepala
• Tekanan darah tinggi
• Gangguan menstruasi/timbulnya menopause dini
• Gula darah rendah
• Sindroma kelelahan kronis
• Ketidakseimbangan hormon
• Ketidaksuburan
• Nyeri di payudara

Berkaitan dengan pencernaan:
• Lendir kekuningan di pagi hari
• Sembelit
• Kembung
• Sering buang air besar encer
• Susah buang air besar.

(Dikutip dari Senior, sumber situs Cybermed 29 Sep 2008 16:00:00 WIB)

================================================================================

2. Rahasia Alami Detoks

================================================================================

Buah segar adalah gudang zat gizi yang penting bagi tubuh. Dengan kandungan vitamin, mineral, serat, asam amino dan enzim, buah segar akan selalu menjadi tokoh penting dalam segala macam program detoks karena membantu mengikat racun dan membuangnya dari dalam tubuh.

Buah Jeruk
Buah menyegarkan ini mengandung banyak vitamin C, antioksidan kuat yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya dan mencegah penuaan dini. Antioksidan juga membantu mengurangi resiko terserang kanker dan penyakit jantung serta meningkatkan penyerapan zat besi.
Jeruk lemom mungkin adalah buah pembersih paling baik. Kandungan astringen dan antiseptiknya merangsang kerja hati dan kantong empedu. Segelas air panas dan perasan jeruk lemon segar adalah cara paling baik untuk memulai sebuah rencana detoks. Perasan jeruk dan grapefruit segar akan merangsang pencernaan dan menyehatkan system tubuh. Selain itu, perasan buah-buahan tersebut juga kaya akan beta-karoten, kalsium, fosfor dan potassium.

Apel, Pir dan Anggur
Apel yang renyah mengandung asam malat dan asam tartaric, yang berperan meningkatkan kerja system pencernaan dan membersihkan hati. Kandungan pectin yang tinggi akan mengikat logam berat, seperti timah. Apel juga menyediakan pasokan energi yang stabil dengan kandungan fruktosa (gula asam)
Buah selanjutnya adalah Pir. Apabila dimakan secara teratur, pir bisa membantu mempercantik kulit dan membuat rambut berkilau. Selain itu, pir juga berperan sebagai obat diuretic (pendorong produksi air seni) dan laksatif (pencahar) yang efektif. Buah lainnya adalah anggur. Anggur yang banyak digunakan dalam monodiet sehari merupakan salah satu alat detoks yang paling efektif. Buah ini terbukti dapat meringankan sembelit dan membantu mengatasi masalah ginjal, hati, system pencernaan, serta kulit. Anggur yang paling baik adalah anggur putih atau anggur merah.

Mangga
Buah dengan daging yang lembut dan harum ini terbukti mampu membersihkan darah. Buah ini juga baik untuk system ginjal dan pencernaan

(Sumber : buku “Rahasia Alami Detoks”, Tracey Kelly, Penerbit Erlangga, dari situs blog Pengobatan)

================================================================================

3. Krisis Penyembuhan atau Detoksifikasi

================================================================================

Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini. Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen herba atau obat-obatan tertentu. Program detoks yang baik harus dapat:

  • menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
  • meringan beban fungsi enzim di pankreas
  • melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
  • mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
  • membangun flora usus
  • melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
  • membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan: penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
  • merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
  • membersihkan darah
  • membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh
  • melancarkan peredaran getah bening
  • membuka pori-pri kulit
  • mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Biasanya perlu waktu 6 – 12 bulan untuk mencapai semua itu, dan juga sangat bergantung pada kondisi keracunan dan kedisiplinan setiap individu.

Metode detoks yang paling mudah dan aman adalah juice fasting, yaitu puasa menghindari makanan padat dan pembentuk asam, dan hanya mengkonsumsi jus buah segar sepanjang hari dalam porsi tertentu. Puasa ini aman bagi semua orang. Mereka yang menderita kanker stadium lanjut, diabetes, atau gagal ginjal harus di bawah pengawasan ahli.
Istirahat dan relaksasi sangat penting dalam program detoks. Jika masih sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas lainnya, sebaiknya tidak melakukan detoks. Laju metabolisme tubuh selama detoks akan menurun, begitu pula suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan saluran pernapasan. Ini merupakan proses alamiah karena tubuh akan melakukan penghematan energi dan sebagian besar energi akan lebih dikonsentrasikan untuk proses pembuangan racun.

Proses keluarnya racun juga menimbulkan reaksi tidak nyaman pada tubuh, yang secara medis dikenal sebagai gejala kemunduran (withdrawal symptoms). Beberapa gejala mirip dengan gejala sakit atau sakaw pada pemakai narkoba yang sedang menjalani program pembersihan. Sebaliknya, dalam paham pengobatan alami, gejala ini disebut krisis penyembuhan (healing crisis). Gejala ini biasanya muncul pada hari ke-3 sejak dimulainya program detoks. Gejala yang terasa biasanya hanya muncul satu hari saja. Kecuali gejala seperti flu (pengeluaran lendir melalui saluran pernapasan) biasanya berlangsung lebih lama.

Beberapa hari setelah itu kita mulai merasa tidak kelaparan lagi, walaupun adakalanya muncul gangguan seperti memikirkan makanan-makanan tertentu padahal perut sedang tidak lapar.

KRISIS PENYEMBUHAN

  • Gejala demam atau flu
  • Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (sulit buang air besar). Jika terjadi sembelit, bisa dibantu dengan enema atau kolonhidroterapi/”cuci usus”.
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala atau migrain (umumnya pada perokok dan peminum alkohol)
  • Mual-mual atau kembung
  • Lesu
  • Banyak mengeluarkan riak atau lendir
  • Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah dengan kulit
  • Napas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
  • Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
  • Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)

(Dikutip dari situs Foodcombiningways)

================================================================================
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: